Rabu, 27 November 2013

NSA Sebarkan 50 Ribu Malware ke Jaringan Komputer?



Dinas intelijen Amerika, NSA, menginfeksi lebih dari 50.000 jaringan komputer di seluruh dunia dengan perangkat lunak berbahaya (malicious software) yang didesain untuk mencuri informasi sensitif.
Dokumen-dokumen dari Edward Snowden menyajikan itu, tulis surat kabar Belanda NRC hari ini yang mengaku melihat dokumen-dokumen yang disajikan oleh mantan pegawai NSA tersebut.
Sebuah presentasi bertanggal pada 2012 menjelaskan bahwa NSA menggunakan "Computer Network Exploitation" (CNE) di lebih 50.000 lokasi.

CNE adalah sistem infiltrasi komputer rahasia yang dibuat dengan meng-install malware, malicious softwara, kata NRC dalam edisi online-nya.

Satu contoh perentasan tipe serupa telah diungkap pada September 2013 di operator telekomunikasi Belgia, Belgacom. Dalam beberapa tahun dinas intelijen Inggris--GCHQ--telah meng-install malware sejenis di jaringan Belgacom dengan tujuan untuk menyadap lalu lintas data dan telepon pelanggan perusahaan itu.

Jaringan Belgacom telah disusupi oleh GCHQ melalui sebuah proses menggaet karyawan ke sebuah halaman LinkedIn palsu.

Laporan NRC juga menyebut bahwa serangan-serangan komputer NSA dibuat oleh sebuah departemen khusus yang disebut TAO (Tailored Access Operations).

Sumber-sumber publik menunjukkan bahwa departemen itu mempekerjakan lebih dari seribu peretas. Belum lama lalu pada Agustus 2013, Washington Post menyiarkan artikel mengenai operasi-operasi siber NSA-TAO.
Sumber          : http://berita.plasa.msn.com/teknologi/republika/nsa-sebarkan-malware-ke-50-ribu-jaringan-komputer

Game GTA : San Andreas akan Meluncur ke iOS, Android, dan Window Phone




Salah satu franchise game populer dunia dari Rockstar, yakni Grand Theft Auto (GTA) bakal hadir untuk tiga platform mobile, Android, ios dan Windows Phone pada bulan Desember nanti. Game tersebut adalah GTA: San Andreas yang sudah cukup lama dirilis oleh Rockstar untuk PS2 pada tahun 2004.
Dalam pernyataannya, Rockstar mengungkapkan bahwa game GTA: San Andreas itu bakal bisa dimainkan di beberapa perangkat ios, Android, Kindle Amazon serta Windows Mobile. Kemungkinan dalam pernyataannya, Rockstar menyebut Windows Phone dengan Windows Mobile. Kedatangan game ini pun bakal menjadi yang pertama di platform Windows Phone.
Game GTA: San Andreas tersebut pun bakal bisa dimainkan untuk perangkat tablet dan smartphone. Dan untuk meningkatkan kemudahan gamer dalam memainkannya, Rockstar pun memberikan kontrol touch pada GTA: San Andreas ini. Selain itu, pihak Rockstar juga menampilkan game ini dengan grafis yang diperbaharui.
Sayangnya, pihak Rockstar tak menyebut tanggal pasti peluncurannya di tiga platform mobile tersebut. Mereka hanya menyebutkan kalau peluncurannya bakal dilakukan pada bulan Desember mendatang.

Sumber :  http://www.beritateknologi.com/game-gta-san-andreas-bakal-meluncur-ke-ios-android-dan-windows-phone/

Indonesia di Posisi 2 Terbawah Ranking Kecepatan Download di Asia Tenggara


Harga akses Internet di Indonesia saat ini memang lebih murah dibandingkan beberapa tahun lalu. Namun dari sisi pelayanan, nampaknya Indonesia sangat jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain, bahkan dari negara tetangga di Asia Tenggara.
Hal tersebut terungkap dalam tes yang baru saja dilakukan oleh Speedtest.net terhadap seluruh negara di dunia. Tes tersebut membandingkan kecepatan download seluruh negara di dunia. Dan hasilnya, Indonesia menempati posisi 150 dari total 186 negara yang ada di daftar Speedtest.net.
Dalam ranking tersebut, kecepatan download rata-rata di Indonesia adalah sebesar 3.33 Mbps. Angka tersebut pun sangat jauh dibandingkan dengan Hongkong yang ada di posisi pertama dengan kecepatan download sebesar 71.22 Mbps.
Di kawasan Asia Tenggara sendiri, Indonesia juga berada di tingkat bawah, tepatnya di posisi kedua terbawah, satu strip di atas Filipina. Berikut ini adalah ranking berdasarkan indeks download di Asia Tenggara:
1.    Singapura (2)
2.    Thailand (54)
3.    Vietnam (56)
4.    Brunei Darussalam (107)
5.    Malaysia (117)
6.    Laos (120)
7.    Kamboja (122)
8.    Myanmar (142)
9.    Indonesia (150)
10. Filipina (164)
Dalam tes tersebut, Speedtest.net menganalisis data pada tanggal 27 Oktober hingga 25 November 2013. Terdapat lebih dari 3.6 juta IP yang dianalisis dengan jumlah tes sebanyak lebih dari 33 juta kali dan di 1.1 juta di antaranya digunakan untuk menghitung indeks yang dipakai dalam ranking.

Jumat, 22 November 2013

Akhirnya Website Angkatan Udara Australia Tumbang


Setelah situs kepolisian federal Australia jebol dihajar serangan bertubi-tubi dari hacker-hacker Indonesia, kini website Angkatan Udara Negeri Kangguru itu pun lumpuh.

Melihat perkembangan atau update dari laman fanspage Indonesia Security Down Team, satu situs pemerintahan Australia,Airforce.gov.au, akhirnya tumbang setelah berusaha dengan sekuat tenaga untuk 'berdiri.

Sebelumnya, selain situs kepolisian federal Australia, hacker Indonesia juga sempat melumpuhkan website Bank Sentral Australia.

Diperkirakan, serangan tidak berhenti untuk hari ini (23/11) saja dan akan terus berlanjut dengan menyasar situs-situs besar milik pemerintah Australia.

Hacker Australia Gemas Atas Tuduhan dari Indonesia


Bukan hanya serangan terhadap website-website Australia saja, namun kecaman dan tuduhan yang ditujukan kepada hacker Australia oleh orang Indonesia juga semakin gencar.

Memang sampai saat ini masih belum jelas apakah hacker -hacker Australia atau juga Anonymous Australia telah melakukan serangan balik atas bombardir dari hacker Indonesia ke situs-situs negara mereka.

Namun sebelumnya, melalui account Twitter bernama Op Australia, hacker Negara Kangguru tersebut menegaskan secara berulang kali bahwa mereka tidak ingin mengobarkan perang atau juga menyerang website Indonesia karena mereka sebenarnya dalam satu misi yaitu menggempur pemerintah Australia.

Sayangnya, tidak semua percaya akan twit yang dituliskan. Bahkan, mungkin karena terlalu sering dan banyaknya ejekan dan tuduhan atau tudingan yang muncul, hacker Australia terlihat sangat 'gemas' karena mereka juga tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menjelaskan bahwa mereka tidak melakukan serangan balik atau akan melakukan serangan balik atau berencana mengobarkan perang terhadap Indonesia.