Baru-baru
ini, perusahaan yang biasa membuat data lalu lintas di dunia maya,Akamai merilis laporan kuartal pertama tahun
ini tentang 10 negara yang menjadi sumber serangan Cyber berbasis alamat IP terbesar di dunia.
Dalam laporannya itu, seperlima serangan cyber di seluruh dunia berasal dari
Indonesia.
Kabar
ini cukup mengejutkan. Pasalnya, telah tejadi perlonjakan signifikan dari tahun
lalu hanya sebesar 0,7 persen, kini malah menjadi 21 persen. Terpaut sekitar 13
persen setelah Cina,Indonesia menempati posisi kedua dalam Top 10
data tersebut. Indonesia pun menjadi negara Asia Tenggara satu-satunya yang
masuk daftar tersebut. Bahkan Indonesia berhasil mengalahkan Amerika Serikat
dan Rusia.
Menurut
data Akamai, pertumbuhan
signifikan itu terlihat dari target serangan cyber ke situs yang memiliki Port
80 (HTTP/WWW) dan 443 (SSL/HTTPS). Angkanya pun mencapai 80 persen. Akamal
mensinyalir, terdapat peningkatan 30 kali lipat tiap kuartal sejak tahun lalu.
Ada kemungkinan juga, menurut dugaan Akamal, telah terjadi aktivitas botnet yang
agresif di Indonesia. Pihaknya tidak bisa membuktikan secara pasti mengenai
faktor dari peningkatan ini.
“Konsentrasi lalu lintas serangan juga meningkat pada
kuartal pertama (tahun ini). Lagi-lagi berkat volume signifikan lalu lintas
serangan, (bila) diamati dari Indonesia,” tulis Akamai dalam laporannya itu.
Dilansir QUARTZ, kepala editor
laporan Akamai, David Belson mengatakan, pihaknya merasa sulit untuk menarik
kesimpulan, apakah serangan itu benar-benar berasal dari orang Indonesia.
Sebab, bisa jadi hacker asing menanamkan suatu program botnet di website
ataupun komputer yang ada di Indonesia.
“Mungkin sistem yang berjalan di jaringan Akamai sedang
digunakan sebagai proxy atau waypoint oleh penyerang yang berada di tempat
lain. Jadi di Indonesia, misalnya, untuk beberapa alasan ada sejumlah sistem
pengguna akhir di Indonesia telah bersepakat atau berada di bawah kendali
seorang hacker di Rusia atau di tempat lain,” ungkapnya.
Namun,
tidak menampik juga adanya keterlibatan dari hacker Indonesia dalam pertumbuhan
serangan cyber ini. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika RI,
dalam tiga tahun terakhir telah terjadi 36,6 juta insiden hacking yang dilancarkan ke
pemerintah dan swasta. Pada awal tahun ini, sekelompok hacker “Anonymous
Indonesia” berhasil meretas 12 web milik pemerintah.
Maraknya lalu lintas serangan cyber ini, memaksa
pemerintah melalui Kementerian Pertahanan RI bakal membangun semacam Pusat
Pertahanan Cyber atau Cyber Defence. Pihak pemerintah sendiri menuduh, serangan
cyber juga berasal dari luar negeri, khususnya dari Cina, Rusia, Korea Utara,
dan Amerika Serikat.
Untuk
diketahui, Akamai merupakan perusahaan perantara penyedia konten web yang melayani seperlima traffic internet di
dunia. Mereka menyediakan server bagi perusahaan internet lain agar websitenya
bisa diakses lebih cepat oleh pengguna di seluruh dunia. Klien mereka ialah
para raksasa internet, di antaranya seperti Yahoo dan Google.
Apakah ini merupakan sebuah prestasi atau malah kabar
buruk?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar